Direct Investment di Serbia: Indofood Serius ingin Menguasai Pasar Eropa

Hey guys! It’s been long time since my last post. Haha

Tonight, I want to share you my personal notes from my previous class at International Business class. I will deliver the content and relate it with a very update issue..

a direct investment from PT Indofood Sukses Makmur at Serbia!

So, Jumat, 2 September 2016, merupakan hari yang penting bagi PT Indofood Sukses Makmur. Gimana nggak? Mereka mengambil sebuah langkah besar dan keputusan berani dengan membuka pabrik mie instan di Kota Indjija, sekitar 80 kilometer dari Ibu Kota negara Serbia, Beograddi. Sebagaimana dilansir oleh republika.co.id, upaya serius PT Indofood untuk menguasai pasar Eropa ini diresmikan oleh Presiden Serbia, Tomislav Nikoli, dan didukung oleh KBRI Beograd.

cafe

Tomislav Nokolic (kanan), Presiden Serbia, hadir dalam peresmian. Image courtesy: LINE Official Account @faktual 

Kenapa gue katakan bahwa langkah Indofood ini adalah langkah berani? Karena based on materi yang gue dapet di kelas perdana mata kuliah Bisnis Internasional, yang dilakuin sama Indofood ini disebut dengan Direct Investment atau DI sob. Dan kita harus tahu bro, bahwa DI ini merupakan langkah Go international sebuah perusahaan dengan tingkat risiko (dan hopefully return) teramat tinggi.

Biasanya, kalau perusahaan mau mencoba go internasional, mereka akan mulai dengan expor-impor terlebih dahulu. Kita tentu tahu bahwa produk Indomie telah diekspor ke berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, bahkan Jepang sejak jaman gue SD.

Jadi, gue pernah company visit ke salah satu pabrik Indomie di Jawa Timur pas jaman gue SD. Gue masih inget diajak muter-muter pabriknya hingga datanglah waktu makan siang. And.. you guess it right. Siangnya kami disuguhin makanan legendaris itu. Hahaha! Keberuntungan gue gak berhenti disana. Gue dengan perasaan tanpa dosa mengangkat tangan dan bertanya “Pak, Indomie ini kan sudah di ekspor. Saya pernah dengar ekspornya sampai Jepang (Ibu gue yang pernah ke Jepang bilang ke gue begitu). Apakah Indomie yang di Jepang dan Indonesia kualitasnya sama? Adakah perbedaannya?”  And you know what, setelah pertanyaan gue dijawab -intinya beda karena Jepang punya standar yang harus dipenuhi, gue dipanggil dan diberi parsel Indomie karena pertanyaan gue dinilai bagus. Wkwk

indomie-jepang

Foto Indomie di gerai Jepang yang entah ini ada di toko mana. Image courtesy: www.visualogy.net

Ekspor-impor ini risikonya rendah, sesimpel kita dagang dan barang bisa laku bisa nggak. Biaya tambahan yang muncul hanyalah bea ekspor maupun impor. Hal ini bahkan bisa disiasati jika kita menggunakan sistem jual preorder.  Kalau memang terjadi kerugian.. Yasudah. Lakukan evaluasi agar next time laku. #Ntap

Langkah kedua yang bisa dilakukan dengan risiko relatif rendah adalah licensing (lisensi) dan franchising (waralaba). Lisensi ini sesederhana kita membeli izin kepada pemilik brand atau nama produk untuk menggunakan/mendomplang nama atau brand tersebut.

Adapun waralaba, ia serupa dengan lisensi. Hanya saja, kita juga membeli pengetahuan tentang proses pembuatannya dan sistem operasionalnya. Secara ga langsung, kita juga harus memenuhi standar2 yang uda ditetapin nih sob -biar produk kita kualitasnya terjaga.

So, kalo one day lo mau produksi ‘“Indomie rasa yang pernah ada”, dengan brand ambassador mantan lo… lo harus beli lisensi Indomie dari Indofood ya. Wkwk

thumb_320_52da71489e1a2_52da71489f529

Chill bro! Cuma ilustrasi.. Image courtesy: static.pulsk.com

 

Btw, PT Indofood yang kita obrolin ini kita spesifikkan di produk Indomie aja ya guys? biar gampang. hehe

Cara ketiga adalah kontrak. Kontrak ini izin untuk melakukan kegiatan operasional di suatu negara. Well, sejujurnya gue sempat ragu apakah langkah Indofood ini kontrak atau DI. Tapi, tanda utama DI adalah kita sampai menyetorkan sejumlah dana besar untuk membuat pabrik disana. Kata Direct Investment sendiri merujuk pada investasi besar berupa pembangunan pabrik sebagaimana gue jelasin di awal. Contoh kontrak yang bisa dilakukan Indofood adalah memasok Indomie sebagai bahan baku salah satu restoran di sebuah negara.

Cara keempat adalah Global Strategic Alliance -sounds cool ya istilahnya. Disini, perusahaan bekerjasama dengan perusahaan asal negara lain untuk menciptakan atau mencapai satu target bersama yang saling menguntungkan. Umumnya, perusahaan melakukan ini dalam rangka mengambil atau memanfaatkan keahlian patner agar tidak perlu mengeluarkan uang untuk riset atau demi inovasi baru.

Untuk strategic alliance tingkat global, gue belum menemukan atau menyadari contoh tindakan Indofood khususnya di Indomie. Tapi di level lokal, produk di bawah ini merupakan bentuk strategic alliance:

chitato_2

Chitato rasa Indomie! Image Courtesy: food.detik.com

Okay, gue sadar bahwa inovasi rasa ini belum tentu layak disebut ‘strategic’. Stratejik sering kali dimaknai pada hal-hal yang memang sifatnya strategis dan amat impactful bagi perusahaan seperti teknik atau alat riset yang berbuah inovasi. Tapi dari sini terlihat bahwa pola kerjasama seperti ini bisa menjadi langkah bagi sebuah perusahaan untuk menginjakkan kaki di negeri luar.

Langkah kelima adalah representasi dan buka cabang. Well, ini biasanya dilakukan oleh perusahaan jasa. Buka cabang ini memang dilakukan untuk memudahkan konsumen mendapatkan pelayanan perusahaan secara fisik (tatap muka, pengaduan dan keluhan, dan lainnya). Adapun pembukaan cabang di negara lain bagi perusahaan yang menjual produk, sering kali berfungsi sebagai distributor resmi dan pelayanan konsumen.

So, setelah mengetahui lima cara untuk bisa go international, kini kita paham bahwa PT Indofood sebetulnya memiliki banyak opsi untuk masuk ke pasar mancanegara. Kenyataannya, Indofood telah melakukan upaya-upaya tersebut dan berhasil masuk ke pasar internasional. Hari ini, Indofood mengambil satu langkah besar untuk bisa masuk lebih dalam dan berupaya menguatkan diri di persaingan tingkat Eropa. Indofood melakukan Direct Investment (DI).

Kan cuma DI, apa istimewanya sih? Gini sob, perusahaan yang melakukan DI dapat dipastikan mengeluarkan dana yang amat banyak untuk mengurus pendirian perusahaan. Secara kasat mata, mendirikan bangunan, mengadakan barang, memproses sumber daya manusia -mencari, menyeleksi, melatih, dan menjaga tidaklah murah. Setelah pengucuran dana besar-besaran itu, risiko bisnis dari aspek geografis maupun sosiologis tentu terus ada -karena lingkungan tidak pernah diam. Menyadari tingginya risiko yang ada, DI merupakan pilihan yang hanya diambil sebuah perusahaan yang telah memiliki visi yang jelas dan kuat, pengalaman melimpah, dan tingkat kemahiran berstrategi yang tinggi.

Tantangan kedepan telah menanti Indofood. Sebagai perusahaan yang telah bersaing di tingkat global selama bertahun-tahun, Indofood tentu memiliki resep dan senjata rahasia yang telah disiapkan untuk memastikan pembukaan pabrik di Serbia merupakan investasi -dan bukan tindakan bunuh diri. Sama-sama kita nantikan kiprah sukses Indofood di pasar Eropa. Agar ia mengharumkan nama Indonesia dan membawa semangat keberanian bagi perusahaan Indonesia lainnya untuk terus berkembang ke level yang lebih tinggi.

Salute for Indofood, dan SEmangat! 🙂

Advertisements

Catatan Tax Amnesty (bag. 2): Helicopter View Sang Regulator

85299

Pak Muliaman Hadad, Ketua Dewan Komisioner OJK, pada Sosialisasi Tax Amnesty di Surabaya 15 Juli 2016

Hari Senin, 18 Juli 2016, menjadi hari yang penting bagi sejumlah pelaku ekonomi dan pebisnis di tanah air. Karena, pendaftaran program tax amnesty secara resmi dibuka pada hari tersebut. Program ini melibatkan banyak stakeholder, di antaranya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sebagaimana dibahas pada tulisan pertama, tax amnesty merupakan program yang dibuat oleh pemerintah untuk menginsentif masyarakat, khususnya pemilik aset di luar negeri agar mau melakukan repatriasi. Secara sederhana, repatriasi bertujuan memindahkan aset dan investasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada di luar negeri ke dalam negeri. Pemindahan aset dan investasi ini tentu sangat berkaitan dengan sektor finansial yang menjadi ranah pengawasan OJK. OJK sendiri merupakan lembaga independen yang dibentuk pemerintah pada 2012 dengan fungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di sektor jasa keuangan.

Pada acara sosialisasi tax amnesty yang diselenggarakan pada 15 Juli kemarin, Pak Muliaman Hadad selaku Ketua Dewan Komisioner OJK memberikan penjelasan mengenai manfaat tax amnesty terhadap pembangunan ekonomi dan seperti apa regulasi yang dipersiapkan dalam rangka menyukseskan pelaksanaan program amnesti pajak.

Pada dasarnya, impact yang paling diharapkan dari repatriasi adalah masuknya investasi ke dalam negeri dan memperkuat industri keuangan nasional. Dengan masuknya dana WNI yang ‘pulang kampung’, industri keuangan dalam negeri mendapatkan suntikan dana untuk bisa diputar kembali. Dampaknya, likuiditas meningkat dan suku bunga kredit (seharusnya) menurun.

Menurunnya suku bunga kredit sendiri sudah sangat membantu sektor riil. Sektor riil disini maknanya sektor-sektor yang ‘dampaknya terlihat nyata’, contohnya peningkatan dan perkembangan UMKM, mendorong para pelaku industri kreatif, hingga dukungan terhadap program pemerintah itu sendiri seperti Program Sejuta Rumah.

Sebagai pihak yang bertanggung jawab untuk melakukan pengaturan, OJK menjelaskan bahwa ada beberapa regulasi yang diterbitkan pemerintah untuk mendukung program amnesti pajak. Salah satunya adalah Undang Undang Pengampunan Pajak. Di dalamnya, dijelaskan bahwa UU ini sebetulnya memberikan ‘relaksasi ketentuan’ bagi para Wajib Pajak (WP) yang belum melaporkan pajaknya dengan mendapat tarif tebusan yang lebih rendah. Tarif ini dibagi menjadi tiga,

  1. WP yang merepatriasi asetnya ke dalam negeri
  2. WP yang mendeklarasikan aset di luar negeri tanpa repatriasi
  3. WP UMKM

Selain itu, ada pula Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur tata cara pengalihan harta wajib pajak ke dalam negeri (masuk ke wilayah NKRI) pada  penempatan instrumen investasi di pasar keuangan dalam rangka amnesti pajak.

Setelah dana melalui proses repatriasi, dimana kita bisa meletakkan dana tersebut? Apa saja instrumen investasi yang tersedia di sektor jasa keuangan?

85295

Penempatan instrumen investasi di sektor jasa keuangan

Setidaknya, ada tiga penyedia atau pengelola instrumen investasi yang dapat dipilih sebagai wadah penempatan aset yang dipindahkan ke dalam negeri (repatriasi). Ketiganya adalah,

1. Manajer Investasi (MI)

Manajer Investasi ini sebetulnya sesederhana kita memercayakan aset kita kepada seorang profesional untuk dikelola dalam berbagai bentuk investasi yang menurut hemat si manajer investasi layak untuk diinvestasikan. Tidak jarang pengguna jasa MI ini adalah mereka yang tidak ingin repot dan menghabiskan waktu untuk memikirkan dan belajar cara investasi yang menguntungkan. Para pemilik modal hanya perlu berkomunikasi dengan MI untuk menjelaskan preferensi risiko yang diinginkan. Apakah risiko tinggi, ataukah rendah. Beberapa instrumen yang dikelola MI adalah Reksa Dana, Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT), Dana Investasi Real Estate (DIRE), dan Efek Beragun Aset (KIK).

Semua orang tahu kaedah dasar ilmu investasi, high risk high return*. Karenanya, potensi return bergantung pada jenis investasi yang dipilih dan preferensi investor. Namun, potensi return investasi yang dikelola MI secara umum berkisar 7-20%

2. Perbankan

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Bank menjadi salah satu pilihan investasi yang paling aman. Dengan risiko yang sangat rendah, return sudah dijanjikan oleh perbankan sesuai bunga yang ditetapkan.

Namun, ada satu instrumen lain yang sebetulnya ditawarkan oleh perbankan dan jarang diketahui oleh masyarakat non fakultas ekonomi dan bisnis. Instrumen tersebut adalah Trust. Trust merupakan jasa pengelolaan harta nasabah oleh perbankan atas kesepakatan tertulis bersama. Pihak yang terlibat instrumen trust adalah settlor (pemilik harta), trustee (pengelola), dan beneficiary (pihak yang menerima manfaat, bisa juga settlor itu sendiri). Pada teknisnya, trustee akan bertindak sebagai agen investasi, agen pembayaran, dan agen peminjaman dalam rangka mengelola investasinya.

Semua prinsip dan kegiatan pengelolaan nantinya harus dengan persetujuan dan arahan yang rinci oleh settlor. Sehingga, settlor tidak perlu khawatir tentang adanya aliran dana dan prinsip investasi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan preferensi yang dimiliki, termasuk jika ingin investasi dan pinjam-meminjam dengan prinsip syariah. 

Masih banyak produk simpanan lainnya yang ditawarkan perbankan -sesuai holding period masing-masing. Pada dasarnya, karena risiko yang rendah, return yang ditawarkan juga tidak sefantastis  manajer investasi apalagi perusahaan efek. Rentang potensi return juga menjadi sangat kecil, hanya berkisar 9 hingga 9,5%

3. Perusahaan Efek (PE)

Perusahaan Efek adalah pihak yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek, dan/atau Manajer Investasi. Definisi ini diambil dari Undang-Undang lho, tepatnya pasal 1 angka 21 UU no. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.

Melalui definisi tersebut, dapat kita pahami bahwa sebetulnya kita telah membicarakan pasar tempat berinvestasi pada saat kita membahas Manajer Investasi di awal tadi. Pasar tempat berinvestasi instrumen investasi jangka panjang dikenal dengan istilah Pasar Modal. Instrumen investasi disebut jangka panjang jika rentang waktu diperolehnya return diperkirakan selama satu tahun atau lebih. Perusahaan Efek merupakan salah satu pemain di pasar modal.

Dari penjabaran ringkas di atas, dapat dipahami bahwa sebetulnya MI termasuk di dalam cakupan perusahaan efek. Dikotomi yang dilakukan OJK, memisahkan MI dan PE, hanyalah untuk memudahkan peserta amnesti pajak agar dapat membedakan mana instrumen yang jangka pendek dan mana yang jangka panjang. Perusahaan efek yang dimaksud oleh OJK disini adalah wahana bagi mereka yang ingin berinvestasi dengan instrumen yang jangka panjang, diantaranya saham dan obligasi/sukuk. Rentang potensi return berinvestasi melalui perusahaan efek juga sangat bervariasi, bergantung risiko instrumen yang dipilih. Jika memilih obligasi/sukuk yang relatif aman, return juga relatif rendah. Adapun saham, dia memiliki potensi return yang tinggi seiring dengan risiko yang tinggi. Disebutkan oleh Pak Muliaman Hadad, rentang potensi return perusahaan efek berkisar 4-20%.

Pada dasarnya, dana repatriasi dapat diinvestasikan melalui beragam instrumen investasi. Semua investasi ini akan berdampak pada pembangunan ekonomi secara makro, menuju pembangunan ekonomi yang berkesinambungan dan inklusif. Dalam perspektif OJK, tersebarnya suntikan dana ke berbagai institusi keuangan merupakan manfaat utama repatriasi. Dengan repatriasi, likuiditas industri keuangan meningkat. Repatriasi sendiri sejatinya adalah buah dari kesuksesan ide dan pelaksanaan program tax amnesty


Tulisan ini merupakan lanjutan dari Nguping Sosialisasi Tax Amnesty di Grand City Convention Hall Surabaya dan in syaa Allah akan berlanjut ke catatan bagian ketiga yang mengurai pemaparan Bu Rini Sumarno (Menteri BUMN) tentang penawaran BUMN menfasilitasi repatriasi.

Sumber data dan konten bersumber dari catatan pribadi, brosur yang diberikan panitia, dan beberapa website resmi lembaga terkait (www.bi.go.id, www.ojk.go.id, dan www.idx.go.id). Karenanya, penulis sangat berterima kasih atas koreksi, masukan, dan tanggapan terhadap catatan ini.

*Oh ya, return yang sedari tadi disebutkan itu maksudnya uang yang kita terima ya. Disebut return karena pada awalnya kita menginvestasikan uang, lalu kita mengharapkan investasi itu akan balik modal ke kita. Jumlah atau presentase yang kita harapkan inilah yang kita istilahkan returnSaya merasa perlu menulis ini, karena sebagian teman saya yang berkuliah di rumpun ilmu kesehatan dan ilmu alam sempat mengeluh karena tidak paham istilah dasar ekonomi.

Nguping Sosialisasi Tax Amnesty 2016 di Grand City Convention Hall Surabaya

disclaimer: Tulisan ini dibuat sebagai notulensi pribadi penulis saat menghadiri acara Sosialisasi Kebijakan Amnesti Pajak pada 15 Juli 2016 di Grand City Convention Hall Surabaya. Susunan penulisan disesuaikan dengan gaya pribadi penulis. Adapun data dan konten bersumber dari catatan pribadi, brosur yang diberikan panitia, dan ingatan pribadi penulis. Karenanya, penulis sangat berterima kasih atas koreksi, masukan, dan tanggapan terhadap catatan ini. Segala kekurangan berasal dari penulis dan setan, adapun segala kebaikan datangnya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sosialisasi dibuka dengan pemaparan umum mengenai Tax Amnesty oleh Pak Presiden, Joko Widodo.

Kenapa dibahas?

Begini Bung. Kita harus sadar bahwa hari ini, kondisi perekonomian dunia masih belum sepenuhnya pulih. Pak Jokowi mengatakan bahwa perekonomian Amerika masih belum stabil, pertumbuhan ekonomi Tiongkok melambat, dan harga komoditas menurun. Dampaknya, pertumbuhan ekonomi Indonesia ikut melambat, neraca perdagangan defisit, dan anggaran semakin defisit. Secara konkret, kita bisa melihat bahwa infrastructure gap akan senantiasa -bahkan semakin tinggi. Secara garis besar, akumulasi masalah bermuara pada meningkatnya pengangguran, kemiskinan, dan kesenjangan.

Mengingat kondisi global yang masih penuh tantangan, kita butuh solusi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Semua negara menyadari permasalahan hal ini. Faktanya, semua negara tahu apa yang harus dilakukan -bahkan telah mengambil langkah dan berlomba-lomba mengoptimalkan sumber pertumbuhan baru tersebut. Sumber pertumbuhan ekonomi itu adalah meningkatkan investasi. Kini, semua negara berlomba untuk menarik investor berinvestasi di negaranya. Beragam insentif dan program dibuat agar investor betah dan memilih berinvestasi di negaranya.

Lantas, bagaimana langkah Indonesia dalam memasukkan investasi ke dalam negeri? Indonesia memilih mengampanyekan Repatriasi. Repatriasi yang dimaksud adalah memindahkan harta (meliputi investasi bisnis) yang ada di luar negeri ke dalam negeri sendiri. Repatriasi dipandang penting, karena sejatinya banyak harta Warga Negara Indonesia (WNI) yang tersebar di seluruh dunia. Jika seluruh harta yang dulunya ada di luar negeri ditarik masuk ke dalam negeri, investasi dalam negeri tentu meningkat.

Sekali lagi, investasi telah menjadi PR perekonomian Indonesia yang harus segera diselesaikan. Hal ini didasari fakta penting bahwasanya Indonesia sedang membutuhkan banyak dana untuk melakukan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. Pemerintah pun berupaya menciptakan skema yang menginsentif orang-orang untuk meningkatkan investasi dalam negeri (termasuk Repatriasi). Setelah diskusi dan disetujui oleh komisi XI DPR RI, pemerintah memilih Tax Amnesty sebagai strateginya.

Tax Amnesty itu apa sih?

Kata kuncinya terletak di kata Amnesty-nya. Amnesty dapat dimaknai sebagai ampunan. Memangnya apa yang diampuni? Ada tiga bentuk ‘ampunan’ oleh pemerintah terkait pajak:

  1. Penghapusan pajak yang seharusnya terutang.
  2. Tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana perpajakan.
  3. Tidak dilakukan dan penghentian proses pemeriksaan baik di tahap memeriksa bukti permulaan hingga tahap penyidikan.

Wah, enak sekali ya? Caranya bagaimana tuh? Sangat sederhana,

  1. Melaporkan (mengungkapkan) seluruh harta yang dimiliki
  2. Membayar uang tebusan

Ada beberapa rincian mengenai dua poin di atas.

Melaporkan: Melaporkan disini artinya mengisi formulir Surat Pernyataan Harta untuk Pengampunan Pajak yang akan dibuka Hari Senin 18 Juli 2016 nanti di berbagai Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Form ini berisi: Identitas Wajib Pajak (WP), harta, utang, harta bersih, serta penghitungan Uang Tebusan

Seluruh harta yang dimiliki: Harta adalah akumulasi tambahan ekonomis berupa seluruh kekayaan, baik berwujud (ex: bangunan) maupun tidak berwujud, bergerak (ex: kendaraan) maupun tidak bergerak (ex: bangunan), untuk usaha (ex: mesin) maupun bukan untuk usaha (ex: rumah tinggal), di dalam negeri maupun di luar negeri.

Harta ini juga meliputi harta yang kita miliki tapi belum tercatat, seperti uang cash di bawah kasur. Harta kita yang ditulis atas nama orang lain juga termasuk yang harus dilaporkan sebagai harta kita.

Uang Tebusan: Tarif x Nilai Harta Bersih

Tarif dapat dilihat di gambar berikut

Adapun Nilai Harta Bersih merupakan Harta dikurangi Utang. Utang merupakan jumlah pokok utang yang belum dibayar yang berkaitan langsung dengan perolehan Harta.

Memang gimana ceritanya Tax Amnesty bisa menyediaan kebutuhan dana yang diperlukan Indonesia sebagaimana diceritakan di awal?

Proses pemenuhan kebutuhan dana dilakukan secara langsung dan tidak langsung, dalam jangka pendek dan jangka panjang.

Secara langsung, dana diperoleh melalui uang tebusan (jangka pendek) dan penerimaan pajak yang lebih akurat (jangka panjang). Informasi yang didapatkan pemerintah dari formulir amnesti pajak masyarakat merupakan sebagai basis data untuk meningkatkan penerimaan pajak.

Secara tidak langsung, pemerintah berharap WNI yang memiliki aset di luar negeri terinsentif untuk melakukan repatriasi. Dalam teknisnya, repatriasi ini bermakna memindahkan investasi yang dulunya di luar negeri ke instrumen investasi yang ada di dalam negeri. Sehingga,

  1. Likuiditas perbankan meningkat -> Suku bunga kredit akan jadi lebih kompetitif -> Masyarakat bisa berbisnis dan ekonomi menguat
  2. Nilai tukar rupiah menguat -> menekan defisit neraca perdagangan melalui biaya impor yang berkurang.
  3. Devisa meningkat

Kalau Saya nggak ikut, memang apa ruginya?

Jika Anda berpikir bahwa Anda tidak rugi, berarti Anda belum mengetahui dua hal: Automatic Exchange of Information (AEOI) pada tahun 2018 dan Revisi UU Perbankan untuk keterbukaan data bagi perpajakan.

AEOI merupakan kesepakatan antarnegara untuk saling mendukung pertukaran informasi rekening wajib pajak seseorang. Artinya, negara Indonesia dapat meminta info kekayaan warganya yang meletakkan hartanya di Bank Swiss, atau pada bisnis properti di Singapura, dan lainnya. Penandatanganan akta ini sudah dilakukan di Turki sejak tahun lalu, dan akan berlaku ada akhir 2017 (awal 2018). Dengan berlakunya AEOI, masyarakat tidak lagi bisa melarikan diri (kekayaannya) dari pajak. Maka, lebih baik mengaku sekarang saja  melalui program Tax Amnesty. Kalau memang cepat lambat pajaknya akan ketahuan, bukankah lebih baik mengaku sekarang dan mengambil keuntungan dari program Amnesti Pajak? Pemerintah juga berencana merevisi UU Perbankan agar lebih terbuka dalam membantu Direktorat Pajak menjalankan tugasnya. Menimbang dua hal ini, mengikuti program Tax Amnesty bisa menjadi pilihan yang bijak.

Ooh, begitu.. Tapi kan, bisnis saya masih di tahap awal. Saya masih merintis bisnis, aset juga tidak ada yang di luar negeri. Bagaimanapun, Tax Amnesty tidak berpengaruh besar pada saya.

Siapa yang mengatakan demikian? Hei! Semua orang bisa mendapatkan keuntungan program ini lho, termasuk pelaku UMKM dan yang tidak memiliki aset di luar negeri.

Khusus UMKM, wajib pajak yang akan dikenakan (bila memang peredaran usaha dibawah Rp 4,8 Miliar) hanyalah 0,5% atau 10%. Jika harta yang diungkapkan dibawah Rp 10 Miliar, wajib pajaknya 0,5%. Wajib pajak 10% diperuntukkan bila harta yang diungkapkan lebih dari Rp 10 Miliar.

Baiklah.. Memangnya, Amnesti Pajak ini berlaku sampai kapan sih? Dan apakah ada sanksi kalau kita tidak mengikuti skema Amnesti Pajak tatkala periodenya berakhir?

Periode terakhir Amnesti Pajak ini adalah 31 Maret 2017. Jika sampai saat itu kita belum mengungkapkan kekayaan kita dan membayar tebusan, ada konsekuensinya:

  1. Jika WP tidak memanfaatkan Amnesti Pajak, harta yang belum dilaporkan akan dianggap penghasilan. Konsekuensinya, ia dikenai pajak, dan disempurnakan dengan denda sesuai Undang-Undang Perpajakan
  2. Jika WP sudah mengajukan Amnesti Pajak dan ditemukan harta yang belum dilaporkan, harta tersebut akan dianggap sebagai penghasilan. Konsekuensinya, ia terkena PPh. Tidak berakhir begitu saja, WP akan dikenakan sanksi sebesar 200%

Secara tidak langsung, kita dapat memahami bahwa pemerintah mengharuskan masyarakat untuk mengikuti program ini. Dan sebetulnya, program yang ditawarkan pemerintah relatif sederhana untuk diimplementasikan. Masyarakat hanya perlu mengisi formulir sendiri (self assessment) dan membayar uang tebusan. Kalau masih kebingungan, ada hotline yang bisa dihubungi. Cak Lontong selaku MC sempat mendikte nomor hotline pengaduan Amnesti Pajak. Tak tanggung-tanggung, disebutkan oleh Cak Lontong bahwa hotline 081128333 akan tersambung ke Pak Jokowi langsung. Apakah benar demikian? Silahkan dicoba sendiri 🙂

Tulisan akan bersambung dengan notulensi pada sesi Pak Muliaman Hadad (Ketua Dewan Komisioner OJK) tentang pengaruh Amnesti Pajak terhadap pembangunan ekonomi dan sesi Bu Rini Sumarno (Menteri BUMN) tentang penawaran BUMN menfasilitasi repatriasi, in syaa Allah..

Catatan Semester 6

Duhai jiwa, saksikanlah betapa diri ini menyesali dan masih berupaya mensyukuri catatan perjalanan akademis perkuliahan 6 bulan ini..

Duhai jiwa, saksikanlah betapa terkejutnya diri ini menerima buah usaha perkuliahan semester ini..

Maka ingatlah, akan hari ketika kita menerima catatan perjalanan yang lebih panjang.

Maka ingatlah, akan hari ketika banyak manusia terkaget dengan catatan akhir yang ia terima.

Tak ada lagi waktu bernegosiasi, tak ada lagi waktu merevisi..

Angkat dagumu, jangan larut dalam kesedihan. Jangan bersedih di bulan penuh ampunan. Karena kebahagiaan tertinggi bukan disini

Sungguh indah nasihat ust Oemar Mita:

“Karena dunia hanyalah tempat untuk meninggal, bukan tempat untuk tinggal”

🙂

Surabaya, 20 Juni 2016 ~ 15 Ramadan 1437

3 Babak Ramadan

Jika diibaratkan perjalanan, ada 3 kondisi dengan 3 bekal penting yang harus disiapkan oleh seorang anak adam di bulan Ramadan

Di babak awal, seseorang paling membutuhkan semangat dan kemauan‎

Karena kemauan dan semangat yang mendorong setiap jiwa untuk melangkah, merealisasikan perubahan. Bukankah langkah pertama adalah langkah terberat dalam sebuah perjalanan?

Di babak pertengahan, seseorang paling membutuhkan keteguhan

Karena dengan keteguhan, ia akan mampu untuk konsisten melangkah bahkan mempercepat setiap langkahnya. Bukankah kejemuan dan rasa lelah adalah keniscayaan?

Di babak terakhir, seseorang paling membutuhkan pengorbanan

Karena dengan pengorbanan, seseorang baru bisa mendapatkan setiap perkara yang memiliki nilai dan harga. Bukankah suatu hal disebut berharga karena ia memiliki harga? ‎

Dan itu semua hanya akan terwujud dengan pertolongan Allah. Bapaknya ahli tafsir, Imam Atthobari, menafsirkan ayat:

‘Iyyaka na’budu’ adalah tujuan. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan ‘iyyaka nasta’in’ adalah sarana/cara/jembatanya. Hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan.

Artinya, kita tidak bisa beribadah kecuali dengan pertolongan Allah

Semoga Allah menanamkan semangat pada diri kita, menjaga keteguhan hati kita, dan menguatkan jiwaraga kita di babak penghabisan di akhir ramadan kelak. Aamiin

Depok, 1 Ramadan 1437 H

3 Fakta Bekam #EvidenceBased

Bekam merupakan pemain sepak bola tampan yang di tim nasional Inggris bernomor punggung 7.. Oh bukan. Itu Bek(h)am. Salah

Bekam, cupping, Alhijamah, pada dasarnya merupakan pengobatan dengan cara mengambil sebagian darah dari tubuh melalui luka kecil yang dibuat dengan sengaja. Ini definisi berdasarkan pengalaman pribadi ya. Definisi lebih akurat bisa tanya mas-mas ahli bekamnya langsung.

Sebelum ke inti tulisan, aku mau jelasin bagian tanda pagar #EvidenceBased. Ini bermula dari pertanyaan sahabat SMA-ku yang sekarang menjadi ketua BEM di FK Unair. Awalnya, aku hanya bertanya ‘ada yang tau info tempat bekam di Surabaya?’ di sebuah grup Whatsapp. Setelah salah satu penghuni grup menjawab pertanyaanku, patnerku dalam membuat tandu di lomba PMR itu menyambut dengan pertanyaan baru: ‘Emang bekam itu evidence based ya?’

Hmm. Menarik. Katanya masih banyak pengobatan di tengah masyarakat Indonesia tidak evidence based. Seperti luka bakar diberi odol. Hmm.. Bingung juga ya

Daan.. apakah bekam masuk evidence based? Jawabannya bisa dicek di sini

Sebetulnya, tulisan ini sebatas berbagi fakta yang baru aku ketahui setelah kemarin merasakan langsung seru dan nikmatnya berbekam. Jadi, tentang evidence based.. Kapan-kapan saja lah ya dibahasnya.

Okay! 3 Fakta yang aku dapati setelah berbekam adalah sebagai berikut:

#1 Bekam ternyata hanya sebentar

Ketika aku datang, aku sangat ingat saat itu jam menunjukkan pukul 14.07 WIB. Aku menengok ke jam analog sesaat sebelum berbaring di kasur. Rangkaian treatment yang diberikan secara urut adalah badan diolesi minyak, dipijat, lalu beberapa titik (saat itu 8 di punggung dan 4 di kaki) di-cupping. Cupping pertama ini dilakukan sebelum punggung kita ditusuk oleh jarum. Diantara efeknya adalah megeluarkan angin (masuk angin) dan.. entah. Supaya mati rasa? Entah

Lalu bagian yang sudah di-cupping selama 1 hingga 2 menit itu mulai ditusuk-tusuk dengan jarum steril. Ditusuknya berkali-kali lho. Tapi di tempat yang berbeda pada satu area cupping. Rasanya lucu. Ada geli, sakit dikit, ya begitulah. Hanya berselang sekian detik setelah ditusuk, area tersebut langsung di-cupping lagi. Sekarang, darah keluar.

Setelah 3 menit, cupping dilepas dan punggung dibersihkan dengan tisu. Setelah dengan tisu, masih dibersihkan ulang dengan alkohol -oh ya, sebelum ditusuk tadi area bekam juga dibersihkan dengan alkohol. Setelah merasa cukup enak, aku baru bangun dari tempat tidur -oh ya, momen-momen di bekam sungguh enak buat tidur. Sebagaimana nikmatnya tidur saat punggung kita dipijat. Haha

Setelah melalui seluruh rangkaian tersebut, ternyata.. Jam analog menunjukkan waktu masih 14.30 WIB!! Cepat bukan? Awalnya aku mengira akan memakan waktu 60 hingga 90 menit sehingga aku bisa menamatkan beberapa bab buku bacaan atau tidur siang. Tapi ternyata, tidak sampai 30 menit.

Mungkin, ini juga dipengaruhi jumlah titik yang dibekam ya? Jadi, titik bekam-ku kemarin 8 di punggung dan 4 di kaki. But the point is.. Bekam nggak terlalu lama. Cocok lah kalau kita bosen nunggu kakak atau adik belanja di supermarket. Yang penting bukan kakak-adik zone aja. #lah

#2 Darahnya kental

Awalnya, aku mengira saat cupping bekam dilepas, darah akan tumpah ke sekujur tubuh. Punggung akan  bersimbah darah. Lebay ya? Tapi awalnya emang mikir begitu. Ya gimana, ada 8 titik bekam, tiap titik ditusuk berkali-kali, lalu darahnya ditarik dengan sengaja. Wew

Ternyata, anggapan ini salah. Karena, darah pada bekam pertama secara relatif belum keluar banyak. Meskipun keluar, darah ini ternyata cepat membeku (dalam hal ini mengental). Kata mas-mas bekamnya, darah kotor lebih cepat menggumpal -gatau juga ini pernyataan ilmiah apa nggak.

Intinya, darah tidak mengucur sebagaimana air mancur. Darahnya menempel di dinding cupping bekam. Sehingga, no need to worry badan akan bersimbah darah.

#3 Awas masuk angin setelah bekam

Sebelum pulang, aku tanya ke mas-mas bekam ‘mas, bekam ada pantangannya ga? Sesudah atau sebelum gitu’.

Katanya ‘Jangan mandi mas abis bekam. 3 sampe 4 jam ini jangan mandi dulu’.

Aku langsung nyeletuk ‘lah kenapa?’. Si Mas menjawab ‘ya kan pori-porinya habis terbuka mas. Kalau mandi nanti masuk angin’. ‘Oh iya’ jawabku dalam hati.

Ternyata, apa yang dikatakan mas-mas bekam benar. Ketika adikku menyetir pulang, kami berdua yang sama-sama bekam menyadari kebenaran perkataan si Mas Bekam. Kami mules, bersendawa, dan smoke bomb tak terelakkan. Beruntung, di mobil hanya kami berdua. Tidak ada rasa sungkan, yang ada hanya gelak tawa. Haha

Bahkan, ketika sampai rumah, aku m3ncret. Dan memang benar, dalam rentang 3 jam setelah bekam, aku gampang mules masuk angin. Jadi, pilihlah waktu bekam secara bijak. Karena rentang waktu itu kita tidak bisa langsung mandi

Sebetulnya, ada satu bagian yang lebih epic dari cerita bekam Sabtu kemarin..

Orang bilang bahwa bekam membuat badan kita terasa enteng. Namun, itu dengan asumsi kita tidak mengonsumsi hal-hal seperti di bawah ini

2014-05-28-20-00-12

fat: unknown gram

Yoi. Setelah bekam, ternyata adik malah ngajak makan kesini. Haha..

Bekam mungkin membuat badanmu terasa enteng. Tapi setelah makan itu tadi, kita tahu badan hanya ‘terasa’ enteng. Nyatanya… Haha. Tau sendiri lah ya


gambar makan enak dari sini

Bidadari Dunia

sky-colors-hd-high-1420324

Kamu mungkin bukan bidadari dunia
Karena Allah ciptakanmu dari tanah dan rusuk yang bengkok

Tapi kamu tanah, yang mampu padamkan api amarah
Dan itulah yang lahirkan dalam sebuah rumah tangga, rasa sakinah
Tapi kamu tulang rusuk, yang mampu lindungi jantung dan hati
Dan itulah yang pastikan raga senantiasa prima

Kamu mungkin bukan bidadari dunia
Karena bidadari sejatinya di surga

Tapi kamu manusia, yang berpijak di tanah dunia
Dan itulah, sosok yang temani tokoh berpanggilan aku, yang juga manusia

Tapi kamu manusia, yang dengan segala kelebihan dan kekurangannya
Dan itulah, yang mengajarkanku rasa syukur dan teguhnya bersabar‎

Kamu mungkin bukan bidadari dunia
Karena kamu adalah manusia biasa, sebagaimana manusia lain di dunia

Kamu mungkin bukan bidadari dunia
Namun aku percaya bahwa engkau adalah wanita dunia

yang kelak menjadi bidadari untukku di surga

Dunia bernama Surabaya,
5 Mei 2016‎


langit dari sini

Rumah Sekolah

Kamu tahu, apa yang membuatku tertarik dengan konsep homeschooling?

Karena menurutku, rumah adalah tempat paling nyaman untuk melakukan semua aktivitas, termasuk belajar

Karena di rumah, ada sekolah. Karena di rumah, ada madrasah

Itu kalau sekolahnya di rumah. Itu kalau madrasahnya di rumah

Memang si, sekolah gak harus di rumah. saya hanya ingin mengatakan, betapa bahagianya belajar di rumah. Betapa bahagianya jika kita bisa senantiasa sekolah di rumah.

Entah rumah disulap menjadi sekolah,
atau madrasahnya yang berada di rumah

Oh iya, kalau tidak salah, ibu itu madrasah pertama anak kan ya?

Kalau tidak salah..

ibu-sekolah-utama-bagi-anak


gambar dari sini

CTS: Berbakti tanpa Syarat

1. Adab dapat diibaratkan bingkai atau kemasan. Dia bertugas memperindah penyampaian maupun pola interaksi kepada objek interaksi.

Adab sendiri memiliki tingkatan dan prioritas:
Pertama, adab kepada Allah
Kedua, adab kepada Rasulullah
Ketiga, adab kepada Kitabullah (Alquran)
Keempat, adab kepada sesama makhluk.

Prioritas utama dalam menggapai keridoan adalah keridoan Khaliq (pencipta), baru kemudian keridoan makhluk. Adapun keridoan makhluk, dimulai prioritasnya dari orang tua.

Dalam hadis yang terkenal, ketika seorang pemuda meminta ikut berjihad, Rasul shalallahu alaihi wa sallam memerintahkannya untuk berjihad dengan berbakti kepada keduanya. Padahal, bisa saja pemuda tersebut berbakti kepada orang tuanya setelah pulang dari jihad. Namun, tatkala disandingkan antara amalan jihad dan amalan berbakti, Rasul shalallahu alaihi wa sallam dahulukan berbakti. Ini menunjukkan keutamaan berbakti, bahkan diatas amalan yang teramat agung, jihad di jalan Allah.

2. Hasan Al Bashri rahimahullah pernah ditanya seorang laki-laki “Ayahku telah berumur lanjut, dan dia menderita sakit. Setiap hari, ketika ia buang hajat, aku memindahkan kotoran dari tubuhnya dengan tanganku dan aku tidak merasa jijik. Aku juga yang membersihkan seluruh tubuhnya. Apakah itu belum cukup untuk membalas kebaikannya padaku?”

Hasan Al Bashri rahimahullah menjawab “Belum” Laki-laki tersebut kaget dan bertanya “Bagaimana mungkin??”

Beliau rahimahullah mengatakan,

“Dahulu, ayahmu membersihkan kotoranmu dan berharap agar kelak engkau menjadi orang yang mulia di tengah-tengah masyarakat. Sedangkan hari ini, engkau membersihkan kotoran ayahmu dan berharap agar ayahmu segera wafat dan engkau tidak lagi direpotkan olehnya”

3.

Tugas kita adalah berbakti kepada orang tua, bukan menilai keduanya. Kendati keduanya memiliki kekurangan, memiliki aib, bahkan berbuat kezaliman pada diri kita, tugas kita adalah berbakti.

Bahkan, meskipun ayah kandung kita pergi meninggalkan atau ibu kita membuang kita semenjak kita lahir, kita tetap wajib berbakti kepada beliau. Kenapa? Karena peran keduanya dalam menumpahkan sperma dan mengandung kita saja sudah lebih dari cukup untuk menjadikan kita bisa lahir dan hidup hingga hari ini. Kalau yang meninggalkan kita saja tetap Allah perintahkan berbakti, apalagi jika orang tua kita membesarkan kita dengan curahan cinta, harta, waktu, dan segala yang ia miliki?

Ingatlah sabda nabi shalallahu alaihi wa sallam

“Kamu dan hartamu milik ayahmu” [HR Abu Daud dalam Al-Buyu 3530]


Pemateri: DR Khalid Basalamah
Kitab rujukan: Minhajul Muslim
Penulis kitab: Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairy

Masjid Nurullah, Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan
19 April 2016

Ketika Cinta

al-quran-islam-macro-wallpaper-photograpy

Ketika engkau mencintai Alquran

Engkau jadikan ia aset terbesar dalam hidupmu

Ketika engkau mencintai Alquran

Engkau jadikan ia timbangan dalam menakar cost and benefit dalam tiap keputusanmu

Ketika engkau mencintai Alquran

Engkau jadikan ia kacamata dalam memandang setiap kejadian

Ketika engkau mencintai Alquran

Engkau prioritaskan ia ketika mengurutkan skala kepentinganmu

Ia meneguhkanmu dan meyakinkanmu, bahwa seorang haamilat Quran lebih utama daripada seorang pemilik harta/kecantikan/keturunan. Kendati engkau harus bersabar atas luas hartanya, indah parasnya, atau garis keturunannya yang mulia‎

 

Bumi Allah, 19 April 2016


Gambar Mushaf Alquran dari sini