Catatan Tax Amnesty (bag. 2): Helicopter View Sang Regulator

85299

Pak Muliaman Hadad, Ketua Dewan Komisioner OJK, pada Sosialisasi Tax Amnesty di Surabaya 15 Juli 2016

Hari Senin, 18 Juli 2016, menjadi hari yang penting bagi sejumlah pelaku ekonomi dan pebisnis di tanah air. Karena, pendaftaran program tax amnesty secara resmi dibuka pada hari tersebut. Program ini melibatkan banyak stakeholder, di antaranya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sebagaimana dibahas pada tulisan pertama, tax amnesty merupakan program yang dibuat oleh pemerintah untuk menginsentif masyarakat, khususnya pemilik aset di luar negeri agar mau melakukan repatriasi. Secara sederhana, repatriasi bertujuan memindahkan aset dan investasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada di luar negeri ke dalam negeri. Pemindahan aset dan investasi ini tentu sangat berkaitan dengan sektor finansial yang menjadi ranah pengawasan OJK. OJK sendiri merupakan lembaga independen yang dibentuk pemerintah pada 2012 dengan fungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di sektor jasa keuangan.

Pada acara sosialisasi tax amnesty yang diselenggarakan pada 15 Juli kemarin, Pak Muliaman Hadad selaku Ketua Dewan Komisioner OJK memberikan penjelasan mengenai manfaat tax amnesty terhadap pembangunan ekonomi dan seperti apa regulasi yang dipersiapkan dalam rangka menyukseskan pelaksanaan program amnesti pajak.

Pada dasarnya, impact yang paling diharapkan dari repatriasi adalah masuknya investasi ke dalam negeri dan memperkuat industri keuangan nasional. Dengan masuknya dana WNI yang ‘pulang kampung’, industri keuangan dalam negeri mendapatkan suntikan dana untuk bisa diputar kembali. Dampaknya, likuiditas meningkat dan suku bunga kredit (seharusnya) menurun.

Menurunnya suku bunga kredit sendiri sudah sangat membantu sektor riil. Sektor riil disini maknanya sektor-sektor yang ‘dampaknya terlihat nyata’, contohnya peningkatan dan perkembangan UMKM, mendorong para pelaku industri kreatif, hingga dukungan terhadap program pemerintah itu sendiri seperti Program Sejuta Rumah.

Sebagai pihak yang bertanggung jawab untuk melakukan pengaturan, OJK menjelaskan bahwa ada beberapa regulasi yang diterbitkan pemerintah untuk mendukung program amnesti pajak. Salah satunya adalah Undang Undang Pengampunan Pajak. Di dalamnya, dijelaskan bahwa UU ini sebetulnya memberikan ‘relaksasi ketentuan’ bagi para Wajib Pajak (WP) yang belum melaporkan pajaknya dengan mendapat tarif tebusan yang lebih rendah. Tarif ini dibagi menjadi tiga,

  1. WP yang merepatriasi asetnya ke dalam negeri
  2. WP yang mendeklarasikan aset di luar negeri tanpa repatriasi
  3. WP UMKM

Selain itu, ada pula Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur tata cara pengalihan harta wajib pajak ke dalam negeri (masuk ke wilayah NKRI) pada  penempatan instrumen investasi di pasar keuangan dalam rangka amnesti pajak.

Setelah dana melalui proses repatriasi, dimana kita bisa meletakkan dana tersebut? Apa saja instrumen investasi yang tersedia di sektor jasa keuangan?

85295

Penempatan instrumen investasi di sektor jasa keuangan

Setidaknya, ada tiga penyedia atau pengelola instrumen investasi yang dapat dipilih sebagai wadah penempatan aset yang dipindahkan ke dalam negeri (repatriasi). Ketiganya adalah,

1. Manajer Investasi (MI)

Manajer Investasi ini sebetulnya sesederhana kita memercayakan aset kita kepada seorang profesional untuk dikelola dalam berbagai bentuk investasi yang menurut hemat si manajer investasi layak untuk diinvestasikan. Tidak jarang pengguna jasa MI ini adalah mereka yang tidak ingin repot dan menghabiskan waktu untuk memikirkan dan belajar cara investasi yang menguntungkan. Para pemilik modal hanya perlu berkomunikasi dengan MI untuk menjelaskan preferensi risiko yang diinginkan. Apakah risiko tinggi, ataukah rendah. Beberapa instrumen yang dikelola MI adalah Reksa Dana, Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT), Dana Investasi Real Estate (DIRE), dan Efek Beragun Aset (KIK).

Semua orang tahu kaedah dasar ilmu investasi, high risk high return*. Karenanya, potensi return bergantung pada jenis investasi yang dipilih dan preferensi investor. Namun, potensi return investasi yang dikelola MI secara umum berkisar 7-20%

2. Perbankan

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Bank menjadi salah satu pilihan investasi yang paling aman. Dengan risiko yang sangat rendah, return sudah dijanjikan oleh perbankan sesuai bunga yang ditetapkan.

Namun, ada satu instrumen lain yang sebetulnya ditawarkan oleh perbankan dan jarang diketahui oleh masyarakat non fakultas ekonomi dan bisnis. Instrumen tersebut adalah Trust. Trust merupakan jasa pengelolaan harta nasabah oleh perbankan atas kesepakatan tertulis bersama. Pihak yang terlibat instrumen trust adalah settlor (pemilik harta), trustee (pengelola), dan beneficiary (pihak yang menerima manfaat, bisa juga settlor itu sendiri). Pada teknisnya, trustee akan bertindak sebagai agen investasi, agen pembayaran, dan agen peminjaman dalam rangka mengelola investasinya.

Semua prinsip dan kegiatan pengelolaan nantinya harus dengan persetujuan dan arahan yang rinci oleh settlor. Sehingga, settlor tidak perlu khawatir tentang adanya aliran dana dan prinsip investasi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan preferensi yang dimiliki, termasuk jika ingin investasi dan pinjam-meminjam dengan prinsip syariah. 

Masih banyak produk simpanan lainnya yang ditawarkan perbankan -sesuai holding period masing-masing. Pada dasarnya, karena risiko yang rendah, return yang ditawarkan juga tidak sefantastis  manajer investasi apalagi perusahaan efek. Rentang potensi return juga menjadi sangat kecil, hanya berkisar 9 hingga 9,5%

3. Perusahaan Efek (PE)

Perusahaan Efek adalah pihak yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek, dan/atau Manajer Investasi. Definisi ini diambil dari Undang-Undang lho, tepatnya pasal 1 angka 21 UU no. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.

Melalui definisi tersebut, dapat kita pahami bahwa sebetulnya kita telah membicarakan pasar tempat berinvestasi pada saat kita membahas Manajer Investasi di awal tadi. Pasar tempat berinvestasi instrumen investasi jangka panjang dikenal dengan istilah Pasar Modal. Instrumen investasi disebut jangka panjang jika rentang waktu diperolehnya return diperkirakan selama satu tahun atau lebih. Perusahaan Efek merupakan salah satu pemain di pasar modal.

Dari penjabaran ringkas di atas, dapat dipahami bahwa sebetulnya MI termasuk di dalam cakupan perusahaan efek. Dikotomi yang dilakukan OJK, memisahkan MI dan PE, hanyalah untuk memudahkan peserta amnesti pajak agar dapat membedakan mana instrumen yang jangka pendek dan mana yang jangka panjang. Perusahaan efek yang dimaksud oleh OJK disini adalah wahana bagi mereka yang ingin berinvestasi dengan instrumen yang jangka panjang, diantaranya saham dan obligasi/sukuk. Rentang potensi return berinvestasi melalui perusahaan efek juga sangat bervariasi, bergantung risiko instrumen yang dipilih. Jika memilih obligasi/sukuk yang relatif aman, return juga relatif rendah. Adapun saham, dia memiliki potensi return yang tinggi seiring dengan risiko yang tinggi. Disebutkan oleh Pak Muliaman Hadad, rentang potensi return perusahaan efek berkisar 4-20%.

Pada dasarnya, dana repatriasi dapat diinvestasikan melalui beragam instrumen investasi. Semua investasi ini akan berdampak pada pembangunan ekonomi secara makro, menuju pembangunan ekonomi yang berkesinambungan dan inklusif. Dalam perspektif OJK, tersebarnya suntikan dana ke berbagai institusi keuangan merupakan manfaat utama repatriasi. Dengan repatriasi, likuiditas industri keuangan meningkat. Repatriasi sendiri sejatinya adalah buah dari kesuksesan ide dan pelaksanaan program tax amnesty


Tulisan ini merupakan lanjutan dari Nguping Sosialisasi Tax Amnesty di Grand City Convention Hall Surabaya dan in syaa Allah akan berlanjut ke catatan bagian ketiga yang mengurai pemaparan Bu Rini Sumarno (Menteri BUMN) tentang penawaran BUMN menfasilitasi repatriasi.

Sumber data dan konten bersumber dari catatan pribadi, brosur yang diberikan panitia, dan beberapa website resmi lembaga terkait (www.bi.go.id, www.ojk.go.id, dan www.idx.go.id). Karenanya, penulis sangat berterima kasih atas koreksi, masukan, dan tanggapan terhadap catatan ini.

*Oh ya, return yang sedari tadi disebutkan itu maksudnya uang yang kita terima ya. Disebut return karena pada awalnya kita menginvestasikan uang, lalu kita mengharapkan investasi itu akan balik modal ke kita. Jumlah atau presentase yang kita harapkan inilah yang kita istilahkan returnSaya merasa perlu menulis ini, karena sebagian teman saya yang berkuliah di rumpun ilmu kesehatan dan ilmu alam sempat mengeluh karena tidak paham istilah dasar ekonomi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s