3 Fakta Bekam #EvidenceBased

Bekam merupakan pemain sepak bola tampan yang di tim nasional Inggris bernomor punggung 7.. Oh bukan. Itu Bek(h)am. Salah

Bekam, cupping, Alhijamah, pada dasarnya merupakan pengobatan dengan cara mengambil sebagian darah dari tubuh melalui luka kecil yang dibuat dengan sengaja. Ini definisi berdasarkan pengalaman pribadi ya. Definisi lebih akurat bisa tanya mas-mas ahli bekamnya langsung.

Sebelum ke inti tulisan, aku mau jelasin bagian tanda pagar #EvidenceBased. Ini bermula dari pertanyaan sahabat SMA-ku yang sekarang menjadi ketua BEM di FK Unair. Awalnya, aku hanya bertanya ‘ada yang tau info tempat bekam di Surabaya?’ di sebuah grup Whatsapp. Setelah salah satu penghuni grup menjawab pertanyaanku, patnerku dalam membuat tandu di lomba PMR itu menyambut dengan pertanyaan baru: ‘Emang bekam itu evidence based ya?’

Hmm. Menarik. Katanya masih banyak pengobatan di tengah masyarakat Indonesia tidak evidence based. Seperti luka bakar diberi odol. Hmm.. Bingung juga ya

Daan.. apakah bekam masuk evidence based? Jawabannya bisa dicek di sini

Sebetulnya, tulisan ini sebatas berbagi fakta yang baru aku ketahui setelah kemarin merasakan langsung seru dan nikmatnya berbekam. Jadi, tentang evidence based.. Kapan-kapan saja lah ya dibahasnya.

Okay! 3 Fakta yang aku dapati setelah berbekam adalah sebagai berikut:

#1 Bekam ternyata hanya sebentar

Ketika aku datang, aku sangat ingat saat itu jam menunjukkan pukul 14.07 WIB. Aku menengok ke jam analog sesaat sebelum berbaring di kasur. Rangkaian treatment yang diberikan secara urut adalah badan diolesi minyak, dipijat, lalu beberapa titik (saat itu 8 di punggung dan 4 di kaki) di-cupping. Cupping pertama ini dilakukan sebelum punggung kita ditusuk oleh jarum. Diantara efeknya adalah megeluarkan angin (masuk angin) dan.. entah. Supaya mati rasa? Entah

Lalu bagian yang sudah di-cupping selama 1 hingga 2 menit itu mulai ditusuk-tusuk dengan jarum steril. Ditusuknya berkali-kali lho. Tapi di tempat yang berbeda pada satu area cupping. Rasanya lucu. Ada geli, sakit dikit, ya begitulah. Hanya berselang sekian detik setelah ditusuk, area tersebut langsung di-cupping lagi. Sekarang, darah keluar.

Setelah 3 menit, cupping dilepas dan punggung dibersihkan dengan tisu. Setelah dengan tisu, masih dibersihkan ulang dengan alkohol -oh ya, sebelum ditusuk tadi area bekam juga dibersihkan dengan alkohol. Setelah merasa cukup enak, aku baru bangun dari tempat tidur -oh ya, momen-momen di bekam sungguh enak buat tidur. Sebagaimana nikmatnya tidur saat punggung kita dipijat. Haha

Setelah melalui seluruh rangkaian tersebut, ternyata.. Jam analog menunjukkan waktu masih 14.30 WIB!! Cepat bukan? Awalnya aku mengira akan memakan waktu 60 hingga 90 menit sehingga aku bisa menamatkan beberapa bab buku bacaan atau tidur siang. Tapi ternyata, tidak sampai 30 menit.

Mungkin, ini juga dipengaruhi jumlah titik yang dibekam ya? Jadi, titik bekam-ku kemarin 8 di punggung dan 4 di kaki. But the point is.. Bekam nggak terlalu lama. Cocok lah kalau kita bosen nunggu kakak atau adik belanja di supermarket. Yang penting bukan kakak-adik zone aja. #lah

#2 Darahnya kental

Awalnya, aku mengira saat cupping bekam dilepas, darah akan tumpah ke sekujur tubuh. Punggung akan  bersimbah darah. Lebay ya? Tapi awalnya emang mikir begitu. Ya gimana, ada 8 titik bekam, tiap titik ditusuk berkali-kali, lalu darahnya ditarik dengan sengaja. Wew

Ternyata, anggapan ini salah. Karena, darah pada bekam pertama secara relatif belum keluar banyak. Meskipun keluar, darah ini ternyata cepat membeku (dalam hal ini mengental). Kata mas-mas bekamnya, darah kotor lebih cepat menggumpal -gatau juga ini pernyataan ilmiah apa nggak.

Intinya, darah tidak mengucur sebagaimana air mancur. Darahnya menempel di dinding cupping bekam. Sehingga, no need to worry badan akan bersimbah darah.

#3 Awas masuk angin setelah bekam

Sebelum pulang, aku tanya ke mas-mas bekam ‘mas, bekam ada pantangannya ga? Sesudah atau sebelum gitu’.

Katanya ‘Jangan mandi mas abis bekam. 3 sampe 4 jam ini jangan mandi dulu’.

Aku langsung nyeletuk ‘lah kenapa?’. Si Mas menjawab ‘ya kan pori-porinya habis terbuka mas. Kalau mandi nanti masuk angin’. ‘Oh iya’ jawabku dalam hati.

Ternyata, apa yang dikatakan mas-mas bekam benar. Ketika adikku menyetir pulang, kami berdua yang sama-sama bekam menyadari kebenaran perkataan si Mas Bekam. Kami mules, bersendawa, dan smoke bomb tak terelakkan. Beruntung, di mobil hanya kami berdua. Tidak ada rasa sungkan, yang ada hanya gelak tawa. Haha

Bahkan, ketika sampai rumah, aku m3ncret. Dan memang benar, dalam rentang 3 jam setelah bekam, aku gampang mules masuk angin. Jadi, pilihlah waktu bekam secara bijak. Karena rentang waktu itu kita tidak bisa langsung mandi

Sebetulnya, ada satu bagian yang lebih epic dari cerita bekam Sabtu kemarin..

Orang bilang bahwa bekam membuat badan kita terasa enteng. Namun, itu dengan asumsi kita tidak mengonsumsi hal-hal seperti di bawah ini

2014-05-28-20-00-12

fat: unknown gram

Yoi. Setelah bekam, ternyata adik malah ngajak makan kesini. Haha..

Bekam mungkin membuat badanmu terasa enteng. Tapi setelah makan itu tadi, kita tahu badan hanya ‘terasa’ enteng. Nyatanya… Haha. Tau sendiri lah ya


gambar makan enak dari sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s