Cinta, Jemari, Semu

sunflower-wallpaper-photo-clgt

Ibu bilang, kakek adalah orang yang sangat penyayang, sangat lembut, dan sangat romantis terhadap keluarganya, terutama kepada istrinya

Dulu, kakek bisa seromantis itu,
Mungkin karena semua yang ia katakan bukan berasal dari laman cerita,
bukan pula kutipan buku
Sederhana, itu tulus berasal dari qolbu

Dulu, kakek bisa sesayang itu,
Mungkin karena ia merekam romantikanya bersama nenek bukan dengan lensa kamera
Tapi dari mata bernama hati

Dulu, kakek bisa selembut itu,
Mungkin karena ia menyentuh orang terkasihnya bukan melalui ketukan jari-jari manisnya di layar sentuh
Tapi karena ia menyentuh secara manis dengan kesepuluh jari-jemarinya

Cinta tak tumbuh di layar kaca
Namun cinta hidup di balik kaca
Di dalam sebuah pigora abadi
Yang ia kenali bernama hati

Aku rindu kakek, yang cintanya tak pernah ragu, walau dulu aku belum menyentuh sikumu
Aku rindu ibu, buah cinta kakek dan pelita semangatku
Aku rindu diriku, yang mencerna setiap cerita ibu
Aku rindu diriku, yang merekam dengan hati-hati setiap cuplikan keindahan waktu

dan mungkin dirimu, yang duduk manis di balik pigora itu

Depok, di depan layar kaca
14 Desember 2015

bunga matahari dari sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s