Tiduro Nak

“Tiduro Nak”, Ayah

Aku selalu memastikan ayah tidur terlebih dahulu sebelum aku beranjak…. ke depan laptop atau bukuku.

Ayah masih sama. Dengan bahasa diplomatisnya, ayah selalu menyuruhku tidur dengan berkata “Tiduro (tidurlah) Nak” sambil menarik selimut. Sekali saja, ingin kujahili beliau dengan berkata “Maksud Ayah ‘Ayah tidur dulu ya’ ?”. Hihi

Tapi, tidak tidak. Mana mungkin aku menjahili ayah. Masa bocah-ku sudah lebih dari cukup untuk mengusili ayah. Kini adalah waktunya untuk berlagak sok penurut dengan berkata “Ya yah” sambil tersenyum.

Kutunggu 5 menit pasca “seruan istirahat” itu, memastikan suara dengkur ayah bergemuruh, baru kemudian kutarik… laptop dari tasku. Kubuka lagi buku bacaanku dan kulanjutkan petualanganku.

Aku hanya bisa tersenyum, dan dalam hati berkata,

“Ayah dulu ketika muda pasti juga sama

Menghabiskan malam, banyak membaca buku, untuk Riwan yang sekarang

Sekarang, sudah waktunya riwan menghabiskan malam untuk ayah.. dan orang yang kelak memanggil riwan ‘ayah’ “


gambar dari sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s