Makanya, ndang pulango!

“Makanya, ndang pulango!”

aku bisa melihatnya. ada embun pagi yang hinggap di ujung kalimat itu. meski ini di malam hari

aku bisa merasakannya. ada dingin harapan yang tertumpah di ujung kalimat itu. walau ia bukan bejana

aku bisa mendengarnya. nada tinggi kecewa di ambang keputus-asaan. meski susunan kata itu berbaris rapi, diam

Terima kasih sudah bercerita. ayah sering mengatakannya. agar aku memahami keluarga. Teman sekelasku pernah mengatakannya. agar aku tak lupa akan daratan. Terima kasih. Aku memahaminya sekarang.

Aku harus pulang. Banyak yang telah kutinggalkan. Kini, banyak pula yang harus kucari. Banyak yang telah kulewatkan. Kini, banyak pula yang harus kukejar

Ada yang harus kucari

Ada yang harus kukejar

Ada yang harus kuperjuangkan

Ada pula yang harus kupenuhi

Terima kasih. Kini aku mengerti. dan in syaa Allah aku akan kembali

Semoga perhentian singkat ini kelak memberi arti

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s