Jadi Mirip Kenshin

Sejak beberapa hari yang lalu, aku sering menggunakan sandal jepit ketika berjalan ke masjid -bahkan hampir selalu. Pada awalnya, aku selalu menggunakan sepatu-sandal yang 4 tahun yang lalu dibelikan orang tuaku. Namun, karena suatu alasan, aku sudah tidak pernah menggunakannya lagi sekarang. Hampir kemana-mana, aku selalu menggunakan sandal jepit putih berkaret hijauku itu. Saat aku pergi ke masjid, membeli galon air, mencari makan, aku selalu menggunakannya. Kecuali saat kuliah tentunya.

Pada saat aku berjalan salat asar tadi, aku terpikir tentang suatu hal. Mungkin, karena bulan lalu aku sempat melihat teaser film Rurouni Kenshin, tiba-tiba hal konyol terlintas di pikiranku : “Wah, keren juga ya pakai sandal jepit. Jadi mirip Kenshin. Pakai sandal jepit sebenarnya gak se’proletar’ yang kayak sebagian orang bilang”

Kenshin merupakan seorang tokoh utama dalam satu anime/animasi jepang berjudul Rurouni Kenshin atau juga dikenal dengan Samurai X. Kalau kamu anak kelahiran tahun ’90-an awal harusnya tahu sih, hehe. Kenshin memiliki ciri khas berupa bekas luka membentuk huruf X di pipi sebelah kirinya. Ia merupakan pribadi yang sangat santun, lembut, dan berwibawa. Perawakannya kurus, berkulit putih, dan gaya berpakaiannya sangat sederhana: Kimono merah, celana gembor putih, dan sandal jepit. Meski demikian, Kenshin adalah samurai yang sangat ditakuti oleh lawan-lawannya karena tangan dingin dan darah dinginnya -kenshin dulunya pembantai, tapi taubat.

Aku masih sibuk dengan pikiran isengku “Tambah asesoris apa nih biar makin mirip? Pedang?” Yakeles –kalau bahasa teman-temanku disini. Tapi, semakin mendekati masjid, aku mulai berpikir lagi “Mau mirip siapa lagi ya? Orang keren cetar membahana gak ketolongan yang pribadinya juga luhur berbudi pekerti seperti kata guru SD…”. Tak butuh sekian detik hingga nama itu melintas di pikiranku, Muhammad Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam. Kalau kamu belum tahu seperti apa lembutnya perangai dan luhurnya perilaku beliau, saranku segera cari tahu. Bisa dari http://www.yufid.com dan masukkan keyword akhlak rasulullah. Percayalah, kamu akan jatuh cinta.

Beliau merupakan sosok pribadi yang luhur. Kepribadian dan tingkah lakunya berbanding lurus dengan kemuliaannya. Tak heran manusia di zamannya banyak yang terpesona olehnya. Meskipun sebagian menentang keras keyakinannya, tapi dalam hal perilaku tak ada satupun yang mendustai keluhuran budi pekerti Rasulullah sebagaimana pengakuan abu sufyan kepada heraklius tentang akhlak rasulullah. Dan Rasul salallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang sederhana dalam berpakaian. Pakaian yang biasa ia kenakan diantaranya pakaian putih , celana setengah betis , bahkan sesekali tidak mengenakan alas kaki.

Dari Mu’adz bin Anas, Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَرَكَ اللِّبَاسِ تَوَاضُعًا لِلَّهِ وَهُوَ يَقْدِرُ عَلَيْهِ دَعَاهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى رُءُوسِ الْخَلاَئِقِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ مِنْ أَىِّ حُلَلِ الإِيمَانِ شَاءَ يَلْبَسُهَا

Barangsiapa yang meninggalkan pakaian (yang bagus) disebabkan tawadhu’ (merendahkan diri) di hadapan Allah, sedangkan ia sebenarnya mampu, niscaya Allah memanggilnya pada hari kiamat di hadapan segenap makhluk dan ia disuruh memilih jenis pakaian mana saja yang ia kehendaki untuk dikenakan.” (HR. Tirmidzi no. 2481 dan Ahmad 3: 439. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin rahimahullah ketika menerangkan hadits di atas dalam penjelasan kitab Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi, beliau berkata:

Jika seseorang berada di tengah-tengah orang yang hidupnya sederhana, maka janganlah ia berpenampilan terlalu mewah. Kalau ia mau mengambil sikap tawadhu’ (rendah diri), maka berpakaianlah seperti pakaian mereka. Biar hati mereka tidak merasa kerdil dan juga bukan tanda sombong. Inilah membuat seseorang mendapatkan pahala yang besar.

Namun jika seseorang berada di sekitar orang yang berpakaian bagus, maka lebih pantas ia memakai pakaian semisal mereka, karena Allah itu jamil (indah) dan menyukai suatu yang indah. Karena kalau seseorang berpakaian sederhana di tengah-tengah orang-orang yang berpakaian bagus, maka ia akan tampil beda. Jadi seseorang dalam berpakaian bisa menyesuaikan kondisi

Menjadi manusia yang utama tidak mengharuskan kita berias ala Cinderella. Gaun istimewa lengkap dengan kalung berlian dan sepatu kacanya. Telah banyak contoh yang ada di bumi ini, baik tertulis dalam sejarah maupun tertangkap langsung oleh mata yaitu orang-orang utama yang bersifat dan bersikap sederhana. Kadang diri ini merasa rendah, mengemis pada pujian manusia. Sehingga berias sedemikian rupa yang bahkan bisa jadi mengundang amarah-Nya. Padahal, yang menjadikan manusia mulia dan utama adalah Dia. Karena penghormatan, rasa segan, dan kecintaan itu letaknya di hati. Dan Dialah Dzat Yang membolak-balikkan hati.

Semoga kita menjadi pribadi yang dimuliakan oleh-Nya tanpa harus menghamba pada pujian manusia. Menjadi pribadi yang sederhana sebagaimana manusia terbaik yang pernah ada, Muhammad Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam.

Wallahu a’lam

Referensi :

http://rumaysho.com/umum/berpakaian-yang-bagus-dan-sederhana-7064

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s