Kesalahan Terbesarku di LDKMS V 2012 ~ Alam Jin (bag. 1)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

LDKMS V 2012 memberikan kenangan dan pengalaman tersendiri buatku. Maklum, pertama kalinya orang tuaku mengizinkanku mengikuti pengkaderan di luar kota Surabaya. Dan disana aku melakukan, menemukan, dan mengalami hal-hal baru yang mungkin bagi sebagian teman sudah biasa namun bagiku ini kali pertama aku merasakannya secara langsung.

Sebenarnya banyak yang ingin aku tulis ttg LDKMS tahun ini. In Syaa Allah lain kesempatan. Namun untuk kali ini, aku akan bercerita ttg sebuah kesalahan terbesarku pada saat pengkaderan menjelang regenerate itu terjadi. Judul post kali ini ‘Kesalahan Terbesarku di LDKMS V 2012’. Seperti yang telah aku katakan sebelumnya. Dan ‘Alam Jin’ karena aku menyadarinya pagi ini pada saat bedah buku oleh Ust. Abdul Hakim mengenai buku karangannya berjudul ‘Alam Jin’ sebagai bantahan terhadap buku ‘Dialog Dengan Jin Muslim’ karya Muhammad Isa Dawud. Segala puji dan pengagungan hanya bagi Allah.

In Syaa Allah tulisanku ini aku bagi menjadi 2 bagian. Bagian pertama untuk menceritakan sedikit tentang kegiatanku di LDKMS V 2012, dan dimana letak kesalahanku. Yang kedua tentang penjelasan kesalahanku dan cara menyikapinya.. Baiklah, berikut ceritanya.

LDK tahun ini berlangsung di Dlundung daerah Trawas Mojokerto. Aku menjadi salah satu pioneer (kelompok yang berangkat duluan untuk menyiapkan tenda dll. guna kelancaran kegiatan). Sehingga aku berangkat sehari terlebih dahulu bersama teman-temanku lainnya.

Kami sampai disana siang hari. Langsung kami mendirikan tenda dan sedikit eksplorasi tempat, melihat sekeliling tempat kami. Karena pada saat itu yang melakukan kegiatan kaderisasi tidak hanya dari Smala.

Alhamdulillah tenda-tenda sudah kami dirikan sebelum matahari tenggelam. Jadi kami bisa sedikit lega. Namun sebagai anggota sie acara, aku punya tanggung jawab mengurus kelangsungan dan kelancaran kegiatan-kegiatan seperti kegiatan jelajah siang dan malam, jam makan, olahraga, dan lain-lain. Termasuk mempersiapkan track atau rute jelajah. Tapi luarbiasa teman-temanku ini. Meski bukan sie acara, banyak yang ikut membantu menyelesaikan planning acara ini. Bahkan setelah tenda selesai, sudah ada yang ngumpul duluan untuk menyiapkan rencana pencarian track jelajah malam. Aku mendengar sedikit dari rencana Aan dan Cholis tentang berangkat mencari track malam ini dan besok. Ada Habib, Gopal, Etak, Bida, Fiona, dan Ikang yang tergabung di tim ‘ekspedisi jalur malam’ tersebut

Setelah shalat magrib dijama’ Isya, semua panitia berkumpul. Pak Djoko memberikan briefing. Disana beliau menekankan pentingnya kerjasama, membuang rasa ego, dan menahan emosi karena semua dalam kondisi capek. Satu hal lagi yang sudah sering kudengar. “Nak, kita di alam bebas. Kita sedang bertamu. Jadi jaga sikapnya. Jangan sembarangan. Pamit dulu, istilahnya ‘kulo nyuwon’ (permisi). Yawis. silahkan lanjutkan kegiatan kalian” Sadar betul aku kita di alam bebas. Dingin sekali saat itu, dan cahaya begitu langka ketika malam hari. Sudah sering pula aku mendengar tentang ‘penghuni tetap’ di hutan. Jadi naluriku saat itu menyuruhku untuk patuh pada wejangan Pak Djoko.

Selesai dari liqo’ itu, anak-anak berhamburan memenuhi kebutuhan masing-masing. Ada yang mau cari makan (saat itu berasnya tertinggal di Surabaya, jadi harus cari makan sendiri), ke kamar mandi, jalan-jalan, ngumpul per sie, dll. Teman-teman yang tadi ngumpul sebentar, memutuskan untuk segera berangkat mencari track jelajah malam. Namun aku pribadi lebih memilih istirahat dan menikmati waktu luang dengan berfikir bebas. Aku lebih condong ikut mencari track esok harinya. Aku ingin menggunakan malam untuk menyendiri.

Hawa amat dingin malam itu. Aku terpaksa berjalan cukup jauh untuk mencapai kamar mandi. Aku harus naik sedikit ke jalan aspal, lalu berjalan agak jauh. Tapi tak apalah, pikirku. Sekalian lihat kondisi kaderisasi sekolah dan kampus lain.

Sekitar 15 menit, aku sudah kembali ke ground kami. Sesampainya disana aku kaget melihat teman-teman yang tadinya mau mencari trak jelajah malam, kok sudah kembali semua. ‘Cepet banget anak-anak ini’ pikirku. Dengan wajah serius dan beberapa pucat.

“Kok sudah balik an?” aku bertanya ke Antariksa temanku

Gaopo wan. Sesuk ae” Jawabnya

Aku semakin penasaran. Tapi mereka enggan menjawab. Yasudah, kubiarkan mereka. Aku ikut berkumpul bersama teman-teman lainnya yang bermain kartu remi. Disana baru aku dengar desas-desus dari teman yang lain. “Ketemu demit (jin) paling” kata Rio sambil tiduran di sebelahku.

Aku terdiam. Bulu kudukku berdiri. Seingatku, Alhamdulillah aku belum pernah melihat makhluk Allah yang lain tersebut. Kucukupkan diriku untuk tidak bertanya pada malam itu. Dan kulalui malam dengan perasaan beragam.

Esok harinya, pada pagi hari sebelum adik-adik datang aku ikut mencari track jelajah malam dengan tim ekspedisi semalam ditambah Isol dan Topa. Karena matahari telah terbit, kami telah bermandikan cahaya, aku mulai bertanya tentang kejadian semalam. Benar saja, kemarin malam teman-temanku itu bertemu dengan sesosok anjing hitam. Dibilang anjing juga agak beda. Kata Bida loncat kesana-kesini. Sulit dijelaskan. Satu hal yang mereka sepakat.. Itu bukan sesuatu yang menyenangkan untuk dilihat.

Siang menjelang sore harinya, adik-adik peserta datang. ‘Inilah saatnya’ jantungku berdetak kencang. Serangkaian ‘penyambutan’ berjalan. Hingga pada waktu bebas bagi peserta. Pada waktu inilah para panitia berkumpul.. Dan disinilah kesalahan terbesarku

Kami berkumpul. Panitia yang barusan datang dan yang sudah bermalam sehari berkumpul. Yang barusan datang memberikan gambaran mengenai kondisi adik-adiknya selama perjalanan, apa yang perlu ditekankan, dan hal-hal lain yang dipikirkan oleh panitia ketika masih di Smala. Yang sudah datang terlebih dahulu pun ikut memberikan gambaran, buah pikiran dan sampailah ke peringatan-peringatan.

Memang kami sepakat tidak menceritakan kejadian pada malam hari sebelum mereka datang. Namun sempat disinggung sedikit tentang jaga sikap. Sampai pada akhirnya briefing mau ditutup, aku merasa masih ada yang tidak enak. Ada yang kurang pas. Aku merasa, masih perlu ditekankan mengenai jaga sikap. Aku benar-benar tidak ingin ada kejadian seperti tadi malam terulang. Akhirnya aku angkat bicara “Rek, aku cuma ngingetin dan menekankan. Ini di hutan, kita bertamu. Maka bersikaplah seperti tamu. Ucapkan salam. Iki penting rek. Ada yang sudah merasakan sendiri kemarin buahnya. Jadi, sekali lagi. salam dulu ya”

Nah.

Itu dia kesalahanku

Aku yang melopori teman-teman satu angkatan untuk mengucapkan salam sebelum masuk ke hutan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan..

Aku yang melopori teman-teman panitia untuk mengucapkan salam sebelum masuk ke tempat-tempat supaya tidak terganggu atau mengganggu ‘makhluk-makhluk’ yang sudah lama menetap sebelum kita..

BAHKAN. Pada penyambutan peserta di ground pun aku yang menekankan seluruh peserta untuk pamit dan salam dulu..

Astaghfirullah. Hanya kepada Allah aku memohon ampun.

Banyak kesalahan yang aku lakukan.

Pertama, aku mengajak mereka takut kepada jin. Yang sejatinya kita manusia lebih mulia dan utama dibanding mereka (Surat Al Isroo’ ayat 70)

Kedua, aku menyarankan mereka untuk mengucapkan salam, sebagai bentuk hormat dan yang paling aku khawatirkan -karena ini letaknya di hati, dan hanya Allah yang mengetahui- hal ini dijadikan sarana meminta perlindungan. Keamanan dari gangguan mereka. Padahal kita setiap hari membaca

“Hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan” Al Fatihah ayat 5

Padahal memohon kepada selain Allah hukumnya apa? Syirik besar !

Hanya kepada Allah aku meminta ampun dan pertolongan..

Saya minta tolong kepada teman-teman pembaca untuk ikut saling memberitahukan kepada temannya, bahwa tidak perlu kita memberikan salam ketika pertama kali menyinggahi tempat-tempat seperti hutan dll. Karena cukuplah Allah sebagai pelindung kita dan sebagai tuhan serta penguasa kita dan mereka. Rasulullah pun telah mengajarkan cara-cara menyikapi hal-hal yang demikian.

Ya, mungkin masih agak ambigu dan menyisakan pertanyaan-pertanyaan di benak teman-teman pembaca. In syaa Allah, hal ini akan kami sambung di ‘Kesalahan Terbesarku di LDKMS V 2012 ~ Alam Jin (bag. 2) ‘ yang berisi penjelasan mengenai hal-hal di atas.

Wallahu a’lam bis showab

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s