“Tak Akan Meninggalkan Mereka !”

Abdullah terbangun dari tidurnya. Ia membuka matanya perlahan dan melihat di sekelilingnya. Ia menyadari bahwa ia sedang berada di sebuah bahtera raksasa. Hembusan angin laut membangunkannya. Ia teringat bahwa tadinya ia berdiri di ujung kapal, melihat dan berharap akan menemukan sebuah tujuan untuk disinggahi. Namun seketika ia didorong oleh hembusan angin dan terjatuh lalu tak sadarkan diri.

Abdullah sadar bahwa ia bersama rekan-rekan awak kapal lainnya. Berlayar dengan satu bahtera raksasa menuju sebuah arah tanpa adanya kapten kapal/nahkoda disana.

Tunggu..

Tanpa adanya nahkoda disana?

Ke sebuah arah? Arah mana?

Abdullah mencoba melihat sekitar. Benar memang, tak tampak seorangpun menjadi kapten kapal dan memegang kendali arah dari kapal tersebut. Ia coba bertanya pada rekannya namun ia tak mendengar satupun jawaban yang dapat menjelaskannya. Ia pun mencoba melihat di sekitar kapal. Sebenarnya, kemana arah kapal tersebut?

Lama berputar-putar ia mengamati sekitar, akhirnya ia menyadari. Kapal itu terbawa arus. Ia mengikuti arah ombak laut yang setelah ia coba lihat jauh kedepan, kapal tersebut menuju pulau dengan awan gelap dan tulang-tulang berserakan di pasir pantai. Menurut peta yang ada di samping meja nahkoda, pulau tersebut adalah Pulau Haluka, pulau kebinasaan

Menyadari hal itu, Abdullah berkata pada dirinya sendiri “Aku hanya memiliki 2 pilihan untuk selamat darinya. Pertama aku terjun dan keluar dari bahtera ini. Atau yang kedua, aku arahkan pelayaran besar ini dan selamat bersama kapal ini”

Abdullah yang baru saja terbangun tak begitu dekat dengan awak kapal lainnya. Namun kembali ia pertimbangkan matang-matang, dan akhirnya ia putuskan seraya meyakinkan dalam hati “Aku ambil pilihan kedua ! Aku ingin menyelamatkan diri namun aku tak akan meninggalkan mereka menuju kehancuran. Bismillah aku ambil pilihan kedua!” Maka mulailah Abdullah berjalan menuju tempat nahkoda biasa berdiri.

Dan kini, Abdullah sedang berjuang menyelamatkan diri dan juga kawan-kawannya dari pulau kebinasaan menuju pulau keselamatan..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s