Awakmu Islam coro opo? (Ini Jalanku bag. 1)

“Awakmu iki Islam coro opo?” “Biasa aja lah islamnya” “Islam ya gitu, ndak usa berlebihan” “Islam itu yang penting kita shalat dan tidak berbuat dosa” dan banyak lagi kalimat dengan variasi lainnya yang pernah masuk ke telinga penulis. Kali ini, penulis ingin berbagi pemikiran sekaligus menanggapi suara-suara yang beberapa kali mengunjungi telinga penulis.

Pertama perlu kita samakan persepsi. Islam itu apa sih? Wah kalau dibahas semua, yakin deh langsung di close catatan penulis ini. Hehe. Namun yang ingin penulis garis bawahi disini adalah, bukankah islam itu utuh? Islam adalah suatu agama, suatu sistim yang telah sempurna. Suatu sistem yang memuat aturan. Berisi perintah, larangan, petunjuk, reward and punishment, dan semua yang dibutuhkan dalam kehidupan. Sekali lagi, islam itu utuh. Bukan bagian. Tidaklah parsial. Perlu dipertanyakan islam seseorang ketika menerima sebagian dari islam namun menolak sebagian yang lain.

Nah, sekarang muncul pertanyaan baru : “Lantas sistim Islam itu seperti apa sih?”. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita harus bisa menjawab “Yang namanya islam itu yang mana aja?”.

Oke. Kita semua mengimani (umat muslim meyakini) bahwa Islam adalah agama yang datang dari Allah dan dibawa oleh Rasulullah Muhammad -shallallahu alaihi wa ala alihi wasallam-. Sampai sini, anak TK juga Insyaa Allah paham.

Lalu tandanya datang dari Allah itu seperti apa? Pertama melalui firmanNya, yakni Al Qur’an. Maka kita wajib mengetahui bahwa Al Qur’an = Firman/perkataan Allah (Adapun buku/lembaran-lembaran yang sering kita pegang dan baca disebut mushaf, namun isinya adalah Al Qur’an). Kedua, melalui utusanNya. Orang yang dipilih untuk menjadi dutaNya. Yakni Muhammad bin Abdillah -shallallahu alaihi wa ala alihi wasallam- sebagaimana firmanNya dalam surat Al Fath ayat 29 “Muhammad itu adalah utusan Allah”. Kita juga meyakini bahwa apa yang disabdakan nabi adalah mutlak kebenarannya, karena datangnya dari Allah. Sesuai firmannya dalam surat An Najm ayat 3-4

وَمَا يَنْطِقُ عَـنِ الْهَـوَى ۝ إِنْ هُـوَ إِلاَّ وَحْيٌ يُوْحَى ۝

Artinya: “Dan dia (Muhammad) tidak berbicara dengan hawa nafsu, melainkan wahyu yang diwahyukan kepadanya.”

Karena menjadi duta Allah, maka tidak heran jika nabi ibarat ‘print out’isi Al Qur’an. Sesuai komentar ‘Aisyah -radhiyallahu’anhaa-, istri yang paling sering bergaul dengan beliau tentang nabi Muhammad -shallallahu alaihi wa ala alihi wasallam-  كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ “Akhlak beliau adalah Al-Quran” [HR. Muslim no. 746]

Membenarkan perkataan, perbuatan, maupun perkara yang disetujui nabi adalah wajib, dan realisasi dari syahadat وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ  “Tidak ada tuhan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah”. Artinya tidak ada sesembahan selain Allah, dan tidak ada jalan yang bisa mengantarkan kepada-Nya kecuali jalan yang ditunjukkan oleh Rasulnya, Muhammad bin Abdillah -shallallahu alaihi wa ala alihi wasallam-.

Orang-orang kafir Quraisy adalah orang orang yang sangat yakin bahwa
Allah lah yang menciptakan langit dan bumi, namun kenapa mereka masih
diperangi? Karena cara beribadah mereka tidak sesuai dengan cara yang
diajarkan nabi. Mereka memilih cara sendiri dalam beribadah kepada
Allah, yakni menyambah Allah melalui berhala.

Perlu diingat bahwa agama ini telah komplit, telah sempurna. Sebagaimana pada surat Al Maidah ayat 3

“ دِينًا اْلإِسْلاَمَ لَكُمُ وَرَضِيتُ نِعْمَتِي عَلَيْكُمْ وَأَتْمَمْتُ دِينَكُمْ لَكُمْ أَكْمَلْتُ  الْيَوْمَ “

Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu dan telah Kucukupkan nikmat-Ku kepadamu, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agamamu”.

Dan dengan wafatnya nabi Muhammad -shallallahu alaihi wa ala alihi
wasallam-, maka terputuslah sudah wahyu dari langit. Sehingga syariat
islam telah komplit sejak momen wafatnya beliau. Inilah garis batasan
antara hal hal yang termasuk Islam dan yang bukan (syariat baru/non
islam). Jadi setiap syariat yang dibentuk di dalam periode sejak
turunnya wahyu pertama di gua hiro sampai dengan wafatnya beliau itu, dialah Islam. Dan akan tetap berlaku hingga hari kiamat. Sedangkan yang dibentuk di luar
periode tersebut, ia tak berhak untuk diatasnamakan dalam Islam.

Jadi mudah saja bagi kita sekarang untuk mengklasifikasi, apakah perkara ini termasuk islam atau bukan. Apakah ini islam, atau sekedar adat? Apakah ini Islam, atau hanya budaya? Nggak mau kan kita ibadah tapi ternyata tidak berpahala disisi Allah,  dikarenakan itu bukan cara ibadah nabi melainkan sekedar adat?

Dengan pemaparan yang ada di atas, maka jelaslah bagi kita bahwa Agama Islam (yang asli) adalah agama yang berasal dari Allah dan dijelaskan dalam Al Qur’an dan Sunnah nabi Muhammad -shallallahu alaihi wa ala alihi wasallam-. Tidak ada lagi islam yang lain. Dan ini wajib kita jadikan jalan hidup kita.

Jadi, kalau kita ditanya “awakmu islam coro opo?” tidak lain jawabnya “Cara opo maneh? Cara Nabi berislam ! Sesuai Al Qur’an dan Sunnahnya !”.

Akhir kata, apabila ada kesalahan maka itu datangnya dari saya dan syaitan. Dan kami bertaubat padaNya. Apabila ada kebenaran maka semata-mata datangnya dari Allah. Alhamdulillah. Wallahu a’lam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s